Ilustrasi
Ilustrasi

Perbandingan Material Bangunan Rangka Atap Rumah Beton, Baja, dan Kayu

04 Juni 2015 | Gaya Hidup | 13547 views

Rangka atap rumah merupakan elemen bangunan yang sangat penting karena fungsinya yang menaungi dan melindungi elemen bangunan di bawahnya. Namun yang tak kalah penting adalah rangka atap sebagai struktur yang menopang material penutup atap.

Secara garis besar terdapat beberapa material yang paling sering digunakan sebagai material rangka atap, yaitu : kayu, beton, baja profil, dan baja ringan. Berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan masing-masing karakter bahannya.

Rangka Atap Kayu

Rangka atap kayu tahan terhadap karat, beratnya cukup ringan sekitar 10 kg/m2, proses pelaksanaan pekerjaan cepat, dan bentuk desain atap bebas. Kekurangannya adalah harga kayu berkualitas baik relatif mahal, tidak tahan rayap, kadang ukuran kurang presisi, muai susut (tidak tahan terhadap perubahan suhu), cepat menjalarkan api. Untuk itu diperlukan finishing anti rayap, serta relatif lebih sering memerlukan perawatan.

Rangka Atap Beton

Jenis rangka atap beton merupakan rangka atap yang paling berat yaitu sekitar 30 kg/m2. Atap beton dikenal anti rayap, tahan terhadap karat, lambat menjalarkan api, tidak muai susut, dan jarang memerlukan perawatan. Kekurangannya adalah kadang ukuran kurang presisi (ketepatan ukuran kurang baik), proses pelaksanaan pekerjaan beton relatif lama, dan memerlukan finishing plester aci.

Rangka Atap Baja

Dengan berat sekitar 20 kg/m2 rangka atap baja lebih ringan dibandingkan dengan rangka atap beton. Rangka atap baja biasanya menggunakan profil baja WF sebagai balok dan kolomnya dan profil CNP sebagai gordingnya. Rangka atap baja juga anti rayap, lambat menjalarkan api, mudah dan cepat pemasangannya, tidak muai susut, serta jarang memerlukan perawatan. Kekurangannya adalah harga yang relatif mahal serta kurang tahan terhadap karat sehingga harus diakhiri dengan anti karat berkualitas baik.

Rangka Atap Baja Ringan

Rangka atap baja ringan mempunyai berat sekitar 6 kg/m2 dan paling ringan dibanding bahan rangka atap lainnya. Rangka atap baja ringan memiliki ketahanan yang baik terhadap karat, anti rayap, lambat menjalarkan api, tidak muai susut, mudah dan cepat pemasangannya, dan bentuk desain atap yang fleksibel. Kekurangannya adalah semua beban harus benar-benar diperhitungkan, perhitungan dan pemasangan harus dilakukan oleh tenaga ahlinya. Jika salah menghitung, beban batang jadi tidak merata dan kekuatan atap bisa berkurang.



Berita Lainnya