Bahan Material Bangunan Rumah Batu Kapur Limestone

29 Mei 2015 | Gaya Hidup | 8868 views

Bahan material bangunan batu kapur limestone atau calcium carbonate (CaCO3) terbentuk lebih dari 30 sampai 500 juta tahun yang lalu, yang berasal dari kerang, karang , ikan purba dan kalsium yang mengendap dari dasar laut membentuk lapisan dari batuan kapur. Tekanan dan panas dari bumi selama jutaan tahun dapat memdatkan dan mengkristalkan hal diatas menjadi batuan kapur, dimana tekanan yang lebih ekstrim akan membentuk marmer. Pada saat ini apabila kita menambang batu kapur untuk membuatsemen maka kita akan menjumapai sisa-sisa fosil kerang dan karang yang masih menempel pada batu kapur.

Ada banyak contoh dalam sejarah mortar yang menggunakan kapur, tanah liat, bitumen atau gipsyum yang secara alami ditemukan di dalam tanah. Batu kapur (Limestone) dapat berubah menjadi “kapur reaktif” apabila mendapatkan pemanasan samapi 90 derajat C , yang apabila di campur dengan air untuk membentuk reaksi kimia menjadi calcium hidroksde (Ca(OH)2) dan apabila mengering akan kembali ke batu aslinya. Penggunan kapur ini pertama kali ditemukan lebih dari 7000 tahun yang lalu utnuk membuat patung-patung dan selain itu digunakan untuk memperhalus dinding bangunan rumah mereka. Orang mesir lebih dari 4500 tahun yang lalu mengguankan kapur mortar untuk plester dinding dalam piramida dan juga gedung-gedung mereka.

Bangsa Yunani dan Romawi mengembangkan penggunaan kapur sebagi mortar pasangan bata serta pleter pada proses finishing dinding mereka. Kemajuan terbesar mereka dalam membuat konstruksi ketika mereka menemukan cara untuk membuat beton. Mereka masih belum menemukan semen modern tapi dengan menggabungkan kapur dan pasir ppzzolanic dari gunung Vesuvius dan batu marmer mereka mampu menciptakan “beton romawi” dan struktur yang mereka buat bertahan lebih dari 2200 tahun.

“The great arches of the Aqueducts” sangat akurat dan kuat dengan menggunakan “beton Romawi” dan kapur internal yang membawa air dengan gravitasi ke Roma dan kota lain. 

The pantheon di Roma dibangun pada tahun 126 dengan luas kubah 43m telah selamat dari gempa bumi, cuaca dan perang berkat system “beton romawi”. Struktur yang luar biasa bahkan untuk jaman sekarang. Bangsa Romawi membangun jalan dan struktur hebat lainnya seperti colloseum yang masih ada saat ini menggunakan “beton romawi”. Sayangnya budaya baik itu tidak dilanjutkan oleh pemerintah yang mengambil alih, setelah jatuhnya kekaisaran romawi karena tidak memiliki ketrampilan teknik yang sama. Selama lebih dari 1000 tahun tidak ada perkembangan rekayasa dan bangunan yang signifikan setelah zama Roma. Banyak budaya memiliki sejarah dalam hal batu kapur kegunaan untuk pasangan bata dan plester, seperti Mezquita di Spanyol, The Great Wall f China, katedral di Eropa, kuil-kuil Maya dan banayk lagi.

Pada tahun 1824 seorang tukang pasang bata dari Inggris, Joseph Aspadin, mengembangkan Portland Cement, nama itu diambil karena kesamaan warna yang mrirp dengan batu dari Portland, Inggris. Hal ini merupakan awal dari perkembangan modern era bangunan beton dekoratif dan mortar menggunkansemen menggantikan kapur yang membutuhkan waktu berminggu-minggu.

“Batu Kapur adalah batuan yang sangat berlimpah di planet kita dan banyak digunakan untuk membuat bangunan rumah sederhana sampai gedung pencakar langit”

Dengan adanya semen ini memungkinkan para arsitek dan insinyur untuk merancang ratusan gedung-gedung bertingkat dengan struktur kekuatan dan bentuk yang luar biasa. Pengembangna produk mortarkering berkantong dimulai di Jerman pada 1950-an dan perkembangannya cepat menjadi standard untuk bangunan. Mortar kebanyakan menggunakan bahan material bangunan seperti bubuk kapur, pasir kapur, dan semen dari batu kapur.



Berita Lainnya