Harapan Terhadap Perekat Bahan Bangunan Yang Akan Datang

27 Mei 2015 | Hunian Impian | 2941 views

Minggu, 9 Maret 2014, kegiatan saya pada akhir pekan itu diisi dengan membantu ayah menyemen halaman rumah yang masih berupa tanah. Tugas pertama saya adalah membeli semen di toko bahan bangunan langganan keluarga kami. Semen yang akan dibeli pun juga merupakan semen langganan kami, yaitu Semen Tiga Roda. Sudah sekian lama kami sekeluarga telah menggunakan semen ini sebagai perekat bahan bangunan rumah kami. Kami sangat percaya kepada semen ini untuk masalah pembangunan. Kenapa?

1. Berlogo SNI
Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan standar yang berlaku secara nasional yang digunakan untuk melindungi konsumen di seluruh Indonesia. Untuk produksi Semen Tiga Roda sendiri bukan hanya memenuhi SNI, tetapi juga memenuhi Standar Amerika (ASTM) dan Standar Eropa (EN). Oleh karena itu, kualitas semen ini tidak perlu dipertanyakan lagi.

 

2. Harga yang sangat terjangkau
Harga merupakan bagian yang sangat vital dalam dunia marketing. Saat ini harga Semen Tiga Roda untuk daerah saya adalah Rp 68.000. Harga ini lebih murah bila dibandingkan dengan merek lain. Walaupun ada beberapa merek semen yang lebih murah, tetapi kualitasnya masih tidak terjamin. Harga yang ditawarkan oleh Semen Tiga Roda ini bervariasi tergantung dari daerah dan jenis semennya.

 

3. Peraih Top Brand Award
Top Brand Award adalah penghargaan bergengsi untuk merek dagang yang telah berhasil meraih posisi puncak berdasarkan hasil survei. PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dengan Semen Tiga Roda-nya memperoleh hasil gemilang dengan meraih penghargaan ini untuk kategori semen secara berturut-turut sejak tahun 2007 sampai yang terbaru 2013. Namun di tahun 2013 ada yang spesial dari tahun sebelumnya karena Semen Tiga Roda juga menyabet kategori Mortar untuk pertama kalinya.

 

Dengan semua alasan tersebut, keluarga saya, Anda, dan kebanyakan keluarga Indonesia lainnya yang telah merasakan kualitas hasil Semen Tiga Roda akan tetap menjadikannya pilihan utama dalam merekatkan bahan bangunan rumah. Saya yakin ke depannya Semen Tiga Roda yang didukung oleh teknologi terkini akan semakin maju dan terus berjaya.

Namun terlepas dari itu semua, saya selaku konsumen mempunyai beberapa khayalan untuk semen di masa depan. Mungkin bisa juga ini dikatakan sebagai harapan terhadap Semen Tiga Roda yang akan datang. Tentunya harapan ini bukan hanya sekedar harapan, karena saya ingin Semen Tiga Roda yang memiliki komitmen untuk terus berinovasi bisa membanggakan dunia semen di Indonesia sebagai penggagas dan penggerak inovasi baru di bahan bangunan modern.

Adapun harapan saya terhadap perekat bahan bangunan yang akan datang antara lain:

1. Semen tanpa emisi gas karbon
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa gas karbon CO2 yang berlebihan saat ini menyebabkan pemanasan global (Global Warming) di bumi. Sekitar 5-6% emisi gas karbon disumbangkan oleh produksi semen di seluruh dunia yang terjadi pada saat proses de-karbonisasi batu kapur menjadi kapur, dan pada saat pembakaran bahan bakar fosil untuk memanaskan reaktor Kiln.

Peneliti-peneliti di luar Indonesia sudah mulai meneliti masalah ini untuk menciptakan bahan bangunan semen tanpa emisi gas karbon. Tapi jika Semen Tiga Roda yang pertama kali menciptakan teknologi semen tanpa emisi gas karbon, maka saya dan rakyat Indonesia akan semakin bangga kepada Semen Tiga Roda.

2. Semen Anti Lumut
Lumut merupakan tumbuhan kecil yang hidup menempel pada bebatuan, kayu, dan juga dinding. Lumut pada dinding lama-kelamaan dapat mengakibatkan pelapukan sehingga rapuh dan mudah hancur. Penyebab dari tumbuhnya lumut di dinding karena seringnya dinding terkena air hujan ataupun dinding terletak di daerah yang lembab dan kurang terpapar sinar matahari.

Sebenarnya kita bisa mengakali ini dengan menggunakan cat anti lumut yang sudah banyak dijual, namun jika seandainya semen yang sudah kita gunakan sudah anti lumut kita tidak perlu lagi membeli cat anti lumut yang harganya mahal dan tak perlu khawatir lagi bahan bangunan untuk dinding rumah akan mudah lapuk dan terlihat kotor.

3. Self-Healing
Saat ini kita sudah mendengar berita bahwa beberapa tahun lagi akan muncul beton yang bisa memperbaiki diri sendiri (self-healing) apabila terjadi keretakan. Inovasi baru ini memanfaatkan bakteri yang mampu menanamkan semen biologis untuk mengisi celah-celah keretakan.

Apabila inovasi self-healing ini dapat direalisasikan pada semen yang biasa digunakan untuk membangun rumah, maka tak akan ada lagi kita temukan retakan-retakan di dinding-dinding rumah kita. Jika seandainya semen yang saya khayalkan ini bisa terjadi, saya akan menyebutnya sebagai Smart Cement.

Juara II Lomba Blog Semen Tiga Roda : Ahmad Kurniadi (http://ahmadkurniadi.blogspot.com/2014/03/harapan-terhadap-perekat-bahan-bangunan.html)


Berita Lainnya