Miliki Kebun Mini Di Rumah

07 September 2016 | Gaya Hidup | 10321 views

Kehadiran tanaman di rumah tentu akan membuat hari-hari Sahabat Tiga Roda menjadi lebih hidup, segar, dan tentunya sehat. Apalagi jika tanaman yang ada di area rumah adalah tanaman yang tidak sekedar sebagai tanaman hias, melainkan bisa Anda nikmati hasil buah atau sayurnya. Namun, memiliki rumah di area perkotaan tentu memiliki keterbatasan seperti lahan yang sempit untuk bercocok tanam. Selain itu, jika ingin memliki halaman yang luas tentu harga beli tanahnya melambung tinggi.

Karena itulah, buat Sahabat Tiga Roda yang punya hobi bercocok tanam, ada beberapa tips supaya Anda tetap bisa menyalurkan hobi berkebun Anda meskipun dalam rumah dengan lahan yang sempit. Silahkan di simak 3 metode bercocok tanam yang memanfaatkan media tanam yang tidak memakan lahan yang luas seperti yang akan di jelaskan di bawah ini.

1. Metode Tabulampot

Metode budidaya tanaman tabulampot atau tanaman buah dalam pot adalah salah satu metode bercocok tanam yang paling sering dijumpai di berbagai rumah yang ada di perkotaan. Media tanam berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar dan untuk menopang postur tanaman. Oleh karena itu, media tanam tabulampot harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman dengan baik dan cukup.

Jika Sahabat Tiga Roda ingin mencoba metode ini, media tanam yang paling cocok untuk digunakan adalah campuran antara tanah, kompos dan sekam dengan komposisi 1:1:1. Wadah tanaman dapat menggunakan tanah liat, logam (drum), plastik, semen atau kayu. Namun pot berbahan tanah liat dan kayu sangat baik untuk tabulampot karena memiliki pori-pori sehingga kelembaban dan temperatur media tanam lebih stabil.

Selain itu, perhatikan juga wadahnya. Sebaiknya memiliki kaki atau alas yang memisahkan antara dasar pot dengan tanah agar sirkulasi air dan udara berjalan lancar, dan menjaga agar akar tanaman tidak menembus tanah.

Tanaman yang ditanam pun harus diletakkan di tempat terbuka dan terkena cahaya matahari dan disiram air dengan cukup. Dan agar nutrisinya tercukupi, lakukan pemupukan dengan pupuk organik setiap 3-4 bulan sekali.

2. Metode Hidroponik

Istilah hidroponik berasal dari kata “hydro” yang berarti air. Sehingga hidroponik bisa diartikan sebagai metode bercocok tanam dengan menggunakan air sebagai media tanam. Untuk menggantikan nutrisi dari tanah, air yang digunakan diberi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. 

Metode ini pun memiliki banyak teknik, salah satu teknik yang paling sederhana dan mudah untuk diterapkan adalah teknik hidroponik wick. Pertama-tama, Sahabat Tiga Roda memerlukan botol bekas sebagai wadah.Potong botol menjadi 2 bagian dan lubangi bagian atas leher botol sebagai tempat sumbu dan aliran udara. Kemudian pasang sumbu pada bagian atas botol dan masukkan bagian tersebut ke bagian bawah botol dengan cara di balik. Setelah itu, isi bagian atas botol dengan media tanam seperti sekam, pecahan bata, dan sebagainya agar akar dan batang tanaman tidak mudah tumbang. Terakhir, masukkan bibit tanaman yang sudah disemai ke dalam media tanam dan siram dengan larutan nutrisi yang terbuat dari campuran air dan unsur hara.

Tanaman yang diproduksi dengan metode ini biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang dikembangkan menggunakan tanah, baik dalam hal rasa maupun kandungan gizinya. Tanaman yang bisa dibudidayakan di media tanam hidroponik adalah jenis tanaman hortikultura yang meliputi tanaman sayur, buah, obat-obatan hingga tanaman hias.

3. Metode Vertikultur

Vertikultur merupakan metode bercocok tanam yang paling tepat buat Sahabat Tiga Roda dengan pekarangan rumah yang sangat sempit dan terbatas. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata dasar “vertikal”, budidaya tanaman dengan metode ini memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat becocok tanam yang dilakukan secara bertingkat.

Perlu diperhatikan, metode ini cocok untuk diterapkan hanya untuk tanaman yang berumur singkat seperti sayuran seperti sawi, kangkung, seledri, kalian, pakcoi hingga tomat. Kelebihan metode ini adalah bisa menghemat pengeluaran untuk membeli kebutuhan dapur seperti sayuran, atau tanaman untuk bumbu dapur.

Vertikultur juga bisa diterapkan dengan sistem gantung, tempel, tegak, hingga berupa rak. Dan wadah yang dibutuhkan juga relatif murah karena bisa menggunakan bahan-bahan bekas seperti pipa paralon yang sudah tidak dipakai. 

Untuk menjalankan metode vertikultur ini, Anda perlu menyiapkan pipa paralon berdiameter kurang lebih 4 cm yang telah diberi beberapa lubang sebagai tempat untuk menaruh bibit tanaman yang sudah disemai sebelumnya. Supaya bisa berdiri tegak, bagian bawah pipa paralon dapat diberi semen dengan wadah kaleng atau pot. Kemudian masukkan media tanam seperti tanam, kompos dan sekam hingga memenuhi pipa paralon dan letakkan bibit tanaman pada setiap lubang pada pipa paralon. Setelah itu, Sahabat Tiga Roda cukup merawat tanaman tersebut dengan cara menyiramnya secara rutin dengan cara mengalirkan air dari bagian atas pipa paralon.

Dengan berbagai metode tanam di atas tentu tidak membuat hobi bertanam Sahabat Tiga Roda terhalang karena keterbatasan lahan kan? Selamat membuat kebun mini di rumah!



Berita Lainnya