Cara Budidaya Tanaman Obat Menggunakan Pot Di Rumah

22 April 2020 | Gaya Hidup | 6415 views

Sahabat Tiga Roda, salah satu tanaman obat warisan leluhur yang belakang menjadi tenar lantaran disinyalir dapat membantu mencegah serangan virus COVID-19, adalah jahe.

Di Indonesia, tanaman asli daratan Asia Pasifik ini, dikenal dnegan tiga macam jahe, yakni jahe gajah (besar), emprit (kecil) dan jahe merah.

Tanaman jahe biasanya dibudidayakan di pekarangan rumah warga di pedesaan ini, memiliki beragam manfaat yang baik untuk tubuh, seperti menghangatkan tubuh, sering dijadikan sebagai bahan makanan dan obat-obatan.

Maka tak heran bila banyak orang yang melakukan tanam jahe karena banyak manfaatnya untuk kesehatan.

Nah, bagi Sahabat Tiga Roda yang rumahnya terkendala keterbatasan lahan, namun ingin bisa tetap membudidayakannya, bisa dilakukan dengan menggunakan media pot.

Caranya cukup mudah. namun untuk menghasilkan jahe berkualitas diperlukan tahapan yang baik pula.

Berikut ini merupakan panduan mudah tanam jahe di dalam pot, diantaranya adalah:

            1. Memilih bibit. Pilih bibit yang baik, sehat, sudah berusia lebih dari 9-10 bulan. Cirinya bertekstur mulus, berwarna cerah, dan memiliki ukuran rimpang yang cukup besar.

Jemur rimpang jahe selama beberapa waktu, dan jangan sampai terlalu kering. Setelah itu, simpan dalam ruangan. Bibit yang benar adalah yang sudah memiliki tunas sekitar 1 sampai 2 cm.

Bibit juga dapat direndam antibiotik untuk menghindari terkena infeksi bakteri yang mengancam pertumbuhan jahe.

2. Persiapan Pot dan Media Tanam. Siapkan pot berisi tanah yang gembur. Pastikan ukuran tanah potnya lebih dari 30 cm x 35 cm agar tanahnya tidak ambles ke bawah saat sedang disiram.

Agar lebih subur, campurkan dengan pupuk kandang atau pupuk organik lainnya dengan perbandingan 1:1.

Sebelum menanam bibit jahe, pastikan kepadatan tanah sudah sempurna dengan memastikan air yang keluar dari pot tidak menyangkut di bagian bawah. Pada satu pot, bisa menumbuhkan 3 - 4 jahe.

3. Cara Menanam Jahe. Tanamkan jahe di bawah permukaan campuran tanah dan pupuk kandang sedalam kurang lebih 5 - 10 cm. Apabila ingin menanam lebih dari 1 jahe, pastikan jarak antara jahe lebih dari 5 cm agar akarnya tidak saling berbenturan kelak.

4. Penempatan pot. Tempatkan pot yang sudah ditanami bibit jahe di area yang tidak begitu terkena cahaya matahari, dengan suhu 24 - 30 derajat Celcius.

Pastikan suhu ruangan atau lingkungan tidak dingin karena akan memperlambat pertumbuhan tanaman jahe, atau membunuh bibit sampai tidak bisa tumbuh.

Sebaiknya menyimpan pot jahe di teras yang tertutupi atap sehingga terlindung dari air hujan dan cahaya matahari yang berlebih.

5. Penyiraman. Siram tanaman jahe dengan sedikit air setiap harinya. Periksa selalu kondisi pot, pastikan tangkai dan daunnya tidak kering atau berubah menjadi warna coklat.

6. Pemanenan. Dengan cara menanam jahe lewat media pot, waktu panennya biasanya sekitar 10 -12 bulanan, dengan umbi yang akan tumbuh sebesar 60 -120 cm.

Pilihlah jahe yang siap panen. Pada umumnya memiliki ciri batang dan daun yang kering dan warna menjadi kuning.

Cara panennya pun cukup menggali tanahnya dengan hati-hati dan tarik dari tangkai bawah sehingga akarnya akan tercabut.

Nah, bagaimana Sahabat Tiga Roda, mudah bukan budidaya jahe melalui pot yang bisa dilakukan di rumah. Semoga bermanfaat.

 



Berita Lainnya