Perangi Penyebaran COVID-19, Ayo Buat Disinfektan Mandiri

27 April 2020 | Gaya Hidup | 1563 views

Sahabat Tiga Roda, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, banyak cara bisa diupayakan. Selain mentaati physical distancing, pola hidup bersih dan sehat dengan rajin cuci tangan, bisa juga melakukan penyemprotan desinfektan di rumah sahabat.

Penyemprotan desinfektan ini juga sering disebut sebagai desinfeksi. Menurut Profesor Arif Sumantri, Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Sahabat Tiga Roda dapat secara mandiri melakukan upaya pencegahan dengan desinfeksi tersebut.

Nah, menurut beliau, Sahabat Tiga Roda, bisa dengan mudah membuat cairan desinfektan sendiri di rumah, dari bahan yang mudah diperoleh.

Langkah sederhana untuk pembuatan desinfektan itu dapat dilakukan dengan pemanfaatan cuka atau cairan masam dan bahan baku lain.

Bahan-bahannya antara lain :

  1. Cuka
  2. Air
  3. Minyak esensial, seperti kayu manis, cengkeh, kayu putih, dan jeruk nipis.

Selain bahannya yang sederhana, cara membuat larutan desinfektannya juga mudah Sahabat Tiga Roda.

  1. Setengah cangkir gelas cuka dicampur dengan setengah gelas air.
  2. Setelah itu, ditambah dengan 12 - 24 tetes minyak esensial, seperti kayu manis, cengkeh, kayu putih, dan jeruk nipis tadi.
  3. Campurkan bahan tadi itu, lalu kocok dalam botol penyemprot.
  4. Jangan lupa memberi label sebagai tanda aman dan menyimpan di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak.

Setelah membuat disinfektan tersebut, Sahabat Tiga Roda dapat menyemprotkan ke permukaan benda, seperti handle pintu atau permukaan meja yang ada di rumah. Jangan lupa menggunakan sarung tangan apabila kulit sahabat sensitif, sebagai antisipasi terjadinya iritasi jika terkena kulit.

Namun, sebelumnya perlu melakukan pembersihan klinik juga, dengan tujuan benda yang akan disemprotkan bersih dari debu. Setelah dibersihkan, baru kemudian bilas. Kemudian dibersihkan dan dibilas dengan lap microfiber.

Oiya, meskipun begitu, setelah desinfeksi dilakukan adalah tidak kalah penting perlu menanamkan budaya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan dengan sabun.

Karena apabila desinfeksi sudah dilakukan tetapi PHBS tidak diterapkaan maka proses pembersihan mikroorganisme itu tidak akan efektif karena dapat kembali hadir baik karena pertumbuhan atau ada pembawa yang menempelkannya.

Bagaimana Sahabat Tiga Roda, mudah bukan? Selamat mencoba.



Berita Lainnya