4 Metode yang Digunakan untuk Perhitungan Biaya Bangun Rumah

20 Januari 2021 | Hunian Impian | 5104 views

Biaya bangun rumah atau RAB adalah salah satu hitungan pasti yang harus Anda miliki sebelum membangun sebuah hunian. Dalam sebuah industri jasa konstruksi, membuat RAB jadi bagian yang sangat penting. Adanya kesalahan dalam perhitungan RAB bisa berdampak pada seluruh proses pembangunan. 

Perhitungan RAB dapat dilakukan dengan berbagai metode. Di Indonesia, para estimator menggunakan metode-metode ini untuk mempermudah mereka dalam membuat Rencana Anggaran Bangunan. Berikut adalah metode-metode analisis sebagai salah satu cara hitung biaya bangun rumah yang kerap digunakan oleh estimator. 

Metode BOW

Metode BOW atau Burgerlijke Openbare Werken adalah sebuah metode analisis yang dibuat oleh Dir BoW=w pada tahun 1921 lalu. Metode ini ditemukan Dir Bow saat masa pemerintahan Belanda. 

Metode analisis BOW berisi daftar koefisien upah dan bahan yang sudah ditetapkan. Menurut berbagai sumber, metode analisa ini hanya dapat digunakan untuk menghitung RAB proyek-proyek padat karya yang menggunakan peralatan konvensional seperti proyek bangunan sederhana. Bila Anda berencana untuk membangun rumah sendiri, estimasi biaya bangun rumah bisa didapat dengan menggunakan metode BOW. 

Metode SNI

Metode SNI adalah singkatan dari (Standar Nasional Indonesia). Hadirnya metode ini adalah bentuk dari penyempurnaan metode BOW. Jika metode BOW hanya dapat diaplikasikan untuk konstruksi sederhana, SNI cukup banyak mengalami perkembangan. Metode ini mulai dijajah sejak tahun 1988 oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puslitbang Permukiman). Hasil penelitian dan penjajakan tersebut selanjutnya menjadi dasar penyusunan SNI yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1994 kemudian terus diperbaharui di tahun-tahun selanjutnya. 

Metode Kontraktor atau Lapangan 

Metode kontraktor atau metode lapangan sangat berbeda dibandingkan kedua jenis metode sebelumnya. Dalam penerapannya, metode kontraktor menentukan koefisien berdasarkan hitungan manual jumlah bahan dan upah yang digunakan. Dari hasil perhitungan tersebut, selanjutnya kontraktor akan membandingkan dengan koefisien yang ada pada metode BOW, SNI, dan membandingkan dengan pengalaman kontraktor dalam mengerjakan proyek-proyek sebelumnya. Pada metode kontraktor ini, nilai koefisien yang dihasilkan ditentukan dari tingkat produktivitas bahan, alat, dan tenaga yang digunakan. 

Metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP)

Metode Analisa Harga Satuan pekerja adalah salah satu cara penghitungan dalam pengerjaan konstruksi yang dijabarkan secara detail dalam bentuk perkalian kebutuhan bahan bangunan, upah kerja, dan peralatan dengan harga bangunan, standar pengupahan pekerja dan harga sewa/beli peralatan demi mendapatkan harga per satuan pekerjaan konstruksi. 

Besarnya harga per satuan pekerjaan tersebut tergantung dari besarnya harga satuan bahan, harga satuan upah dan harga satuan alat. Harga satuan upah sendiri tergantung dari tingkat produktivitas pekerja dalam menyelesaikan target pekerjaan mereka, 

Penentuan harga satuan bahan dalam AHSP bergantung dari ketelitian dalam menghitung kebutuhan spesifikasi bahan material untuk masing-masing pekerjaan. Untuk penentuan harga satuan peralatan, baik sewa atau investasi tergantung dari keadaan lapangan, efisiensi, metode pelaksanaan, jarak tempuh, dan pemeliharaan alat tersebut. 

AHSP sering digunakan oleh kontraktor dalam membuat estimasi biaya bangun rumah. Cara hitung biaya bangun rumah menggunakan metode ini dapat memudahkan Anda untuk mendapatkan budget biaya bangun rumah secara lebih detail dan terperinci.



Berita Lainnya