Mortar Tiga Roda
Benarkah Mortar Lebih Mahal Dari Semen?

25 Oktober 2021 | Hunian Impian | 496 views

Salah satu hambatan bagi para konsumen untuk mengadopsi semen instan atau Mortar adalah anggapan bahwa produk bahan bangunan modern ini lebih mahal dari semen konvensional. Sepintas selalu, anggapan tersebut benar adanya. 

Jika kita memperbandingkan begitu saja harga satu sak semen konvensional dengan satu sak Mortar. Dengan berat yang sama, sepintas akan nampak bahwa harga Mortar lebih tinggi ketimbang semen. Namun apakah benar demikian? 

Sesungguhnya perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Mortar dan semen konvensional sangat berbeda. Jadi tidak bisa dibandingkan secara apple to apple. Karena dari sisi komposisi saja, Mortar sudah jelas-jelas berbeda dengan semen biasa. Jika semen konvensional hanya terdiri dari semen saja, maka Mortar bisa dibilang semen plus. Sebab dalam satu kemasan Mortar, sudah terdiri dari semen, pasir silika, filler dan additive.

Sebagai akibat dari kandungannya yang lebih lengkap, wajar jika harga satu sak Mortar lebih mahal dari semen konvensional. Namun jangan lupa untuk penggunaan Mortar cukup dengan menambahkan air sesuai aturan pakai saja. Sehingga selain lebih praktis, hemat tenaga dan waktu juga lebih presisi serta tidak memerlukan pembelian pasir seperti semen konvensional.

Apalagi Mortar mampu mencapai tingkat kekeringan yang sangat tinggi serta membutuhkan curing time ( waktu yang dibutuhkan untuk mencapai keadaan optimal ) yang jauh lebih singkat. Keunggulan lainnya, berkat komposisi yang secara presisi diracik di pabrik, daya rekat mortar lebih kuat sehingga pasangan bata, plesteran dan acian juga lebih baik dan dapat mencegah retak rambut yang sering terjadi pada dinding rumah. 

Nah, walau Mortar terkesan lebih mahal, namun secara nyata memiliki sejumlah keunggulan yang tak dimiliki oleh semen konvensional.  Dilihat dari beberapa aspek, justru penggunaan semen instan atau Mortar jauh lebih menghemat anggaran. Jadi, apakah Anda sudah siap mengadopsi bahan bangunan berteknologi terkini?



Berita Lainnya